Jurnal Pengembalian Belanja

Jurnal Pengembalian Belanja, merupakan jurnal untuk mencatat pengembalian belanja dari SPJ Belanja yang sudah pernah dibukukan. Jurnal Pengembalian Pengembalian Belanja dicatat dari transaksi pengembalian belanja oleh Bendahara pada simBendahara. Pengembalian Belanja akan mengurangi realisasi anggaran.
Untuk menjurnalkan Pengembalian Belanja, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

Jurnal Penyetoran Pendapatan

Jurnal Penyetoran merupakan penjurnalan pendapatan, yaitu jurnal untuk mencatat penyetoran retribusi daerah oleh Bendahara Penerimaan ke Kas Daerah. Sama halnya dengan Jurnal Penerimaan, Jurnal Penyetoran yang dicatat di Akuntansi, adalah jurnal terhadap penyetoran pendapatan retribusi daerah yang dikelola oleh simPendapatan. Sehingga dalam bekerja, petugas akuntansi bergantung kepada petugas penerimaan pendapatan karena antrian jurnal yang dicatat berasal dari simPendapatan.
Untuk menjurnalkan Penyetoran, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

Jurnal Penerimaan Pendapatan

Jurnal Penerimaan merupakan penjurnalan pendapatan, yaitu jurnal untuk mencatat penerimaan retribusi daerah oleh Bendahara Penerimaan. Jurnal Penerimaan yang dicatat di Akuntansi, adalah jurnal terhadap penerimaan pendapatan retribusi daerah yang dikelola oleh simPendapatan. Sehingga dalam bekerja, petugas akuntansi bergantung kepada petugas penerimaan pendapatan karena antrian jurnal yang dicatat berasal dari simPendapatan.
Untuk menjurnalkan Penerimaan, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

Jurnal SP2D TU Nihil dan GU Nihil

Jurnal SP2D Nihil, baik TU Nihil maupun GU Nihil Jasa merupakan penjurnalan belanja. Namun berbeda dengan SP2D GU biasa yang OPS mendapatkan transfer dana, pada SP2D Nihil tidak ada transfer kas ke Bendahara Pengeluaran. SP2D GU/TU Nihil hanya merupakan pencatatan SPJ belanja saja, karena itu hanya ada satu langkah jurnal, yaitu jurnal belanja.
Untuk menjurnalkan SP2D GU Nihil atau TU Nihil, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

Jurnal SP2D LS

Jurnal SP2D LS, baik LS Gaji maupun LS Barang Jasa merupakan penjurnalan belanja. Namun berbeda dengan SP2D GU, pada SP2D LS tidak ada transfer kas ke Bendahara Pengeluaran. Belanja LS langsung dibayar dari Kas di Kas Daerah, karena pada SP2D LS, hanya ada satu langkah jurnal, yaitu jurnal belanja.
Untuk menjurnalkan SP2D LS, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

Jurnal SP2D GU

Jurnal SP2D GU merupakan penjurnalan belanja, yang terdiri dari Transfer Kas dari Kas Daerah ke Kas Bendahara Pengeluaran untuk keperluan belanja, sekaligus jurnal pencatatan belanja (realisasi anggaran). Untuk itu, pada SP2D GU, kita melakukan dua kali penjurnalan, yaitu Jurnal Transfer Kas dan Jurnal Belanja.

I. Jurnal Transfer Kas
Untuk menjurnalkan Jurnal Transfer Kas GU, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

Jurnal SP2D UP dan TU

Jurnal SP2D UP dan TU merupakan penjurnalan belanja, yaitu Jurnal Transfer Kas dari Kas Daerah ke Kas Bendahara Pengeluaran untuk keperluan belanja. Untuk menjurnalkan Jurnal SP2D UP dan TU, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

Proses Penjurnalan Pendapatan OPD

Proses penjurnalan pendapatan oleh OPD terdiri dari dua tahap, yaitu

  1. Jurnal Penerimaan, adalah pencatatan jurnal ketika terjadi penerimaan pendapatan di Bandahara Penerimaan.
  2. Jurnal Penyetoran, adalah pencatatan jurnal untuk mencatat penyetoran Bandahara Penerimaan atas penerimaan pendapatan yang diterima sebelumnya ke Kas Daerah